PREPARASI MEMBRAN NATA DE COCO-ETILENDIAMIN DAN STUDI KARAKTERISTIK PENGIKATANNYA TERHADAP ION Cu2+

Abstrak

Preparasi dilakukan melalui tiga tahap, meliputi: degradasi mekanik nata de coco, aktivasi menggunakan asam sulfat, dan modifikasi menggunakan etilendiamin. Membran nata-en menunjukkan perilaku yang berbeda dengan dua tipe membran dari tahap preparasi sebelumnya, dalam hal sifat mekanik dan strukturnya. Membran nata murni memiliki sifat mekanik kuat, nata teraktivasi cenderung rapuh, sedangkan nata-en bersifat sangat kuat. Spektra infra merah dari tipe tiga membran (nata murni, nata teraktivasi, dan nata-en) secara umum tidak mengalami perubahan yang signifikan, namun dalam spektra UV-VIS terjadi pergeseran panjang gelombang maksimum dari masing-masing membran. Membran nata murni memiliki panjang gelombang maksimum pada 265 nm, nata teraktivasi pada 280 nm, sedangkan membran nata-en pada 290 dan 295 nm, masing-masing untuk nata-en yang dipreparasi dengan lama aktivasi 10 menit dan 30 menit. Membran nata-en mengalami degradasi struktur, baik didalam air maupun dalam etanol dengan lama waktu yang dibutuhkan untuk degradasi, masing-masing 2x15 menit dan 3x15 menit. Setiap parameter penelitian memiliki pengaruh pada kemampuan membran nata-en untuk mengikat ion Cu(II). Membran nata-en menunjukkan kemampuan pengikatan ion Cu(II) paling optimum pada saat di preparasi menggunakan 2 M asam sulfat selama 30 menit dan konsentrasi etilendiamin 1,6 M. Kata kunci: Nata de coco, etilendiamin, membran nata de coco-etilendiamin (nata-en), ion Cu2+.

BAB I 

PENDAHULUAN

Nata de coco adalah produk komersial dalam industri makanan yang sangat digemari karena bermanfaat untuk memperlancar pencernaan dan cocok untuk menu diet. Hal ini disebabkan oleh kandungan seratnya yang tinggi. Secara kimiawi, serat yang terkandung di dalam nata de coco adalah selulosa. Sementara itu, studi mengenai selulosa sudah sangat meluas baik terhadap senyawaan selulosa itu sendiri maupun terhadap senyawa-senyawa turunannya. Sato, T., et al (1988) dari Universitas Tokyo telah mengembangkan

senyawaan selulosa yang dapat menghasilkan aktivitas redoks spesifik dengan memodifikasi senyawaan tersebut sedemikian rupa sehingga memiliki gugus bermuatan. Dalam perkembangan di bidang kimia analitik, utamanya dalam bidang sensor, senyawaan selulosa dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan elektrode selektif ion atau ion selective electrode (ISE).

Tanabe, T., et al (2001) melaporkan bahwa membran selulosa sangat berguna sebagai matriks (material pendukung) dalam fabrikasi sensor kimia untuk mendeteksi suatu molekul.

Nata de coco atau bacterial cellulose merupakan salah satu sumber alternatif bagi penyediaan selulosa dimana bahan ini lebih mudah dibuat, mudah diolah, dan mudah diperoleh dengan biaya produksi yang lebih murah. Studi mendalam terhadap nata de coco untuk berbagai bidang aplikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi produk nata de coco dan tidak terbatas pada pemanfaatannya sebagai produk makanan.

Iguchi et al (2001) menunjukkan bahwa nata de coco (bacterial cellulose) memiliki struktur kristal yang idendik dengan struktur kristal selulosa tumbuhan.

Indrarti, L. dan Yudianti, R. (1995) telah mempelajari pengaruh alkali terhadap sifat fisis dan mekanis dari nata de coco sedangkan Piluharto, B. (2001) telah mempelajari kemungkinan penggunaan selulosa dari nata de coco sebagai membran ultrafiltrasi.

Studi modifikasi struktur nata de coco melalui proses kopolimerisasi belum banyak dilakukan. Pada tahun 1990, Lokhande dan Thakare telah melakukan pembentukan kompleks selulosa-etilendiamin melalui sistem fasa cair maupun fasa gas. Akan tetapi, kompleks yang terbentuk sangat mudah terdegradasi pada berbagai sistem cairan. Dalam penelitian ini, dipelajari proses modifikasi nata de coco menggunakan etilendiamin untuk menghasilkan membran selulosa dengan sifat-sifat yang lebih unggul dibandingkan membran selulosa yang telah ada.

Dipelajari pula kemampuan membran nata de coco-etilendiamin (nata-en) dalam mengikat ion Cu2+ serta karakteristiknya dalam larutan logam Cu2+.