|
Faktor2 Yang Mempengaruhi Kinerja Sudin PU Kodya Jakarta Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kinerja Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara sampai kini masih memperlihatkan kondisi pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan yang belum optimal. Belum optimalnya kinerja Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara, terlihat dari indikator‑indikator antara lain : Pertama, ketidak efektivan fungsi seksi Bina Perencana saat ini, padahal fungsinya sebagai koordinator bagi pekerjaan yang terkait dengan instansi lain yang berkepentingan sangatlah dibutuhkan. Tapi kenyataan dilapangan oleh pihak lain (konsultan/kontraktor). Kedua, dukungan sumber daya yang masih sangat terbatas untuk menyebarkan fungsi jabatan secara profesional serta untuk mengatasi dinamika tantangan tugas di sekitar jalan. Keterbatasan dukungan sumber daya manusia ini tidak hanya pada kualitas tetapi juga kwantitas dengan jumlah pegawai sebanyak 25 orang pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara yang menangani proyek 60 paket disektor jalan dan 200 paket di sektor pemeliharaan. Tahun Anggaran 2005/2006 belum lagi untuk tugas rutin dimasing-masing seksi yang ada, maka keterbatasan dukungan sumber daya manusia diatas tampak sekali bila dibanding dengan luasnya lapangan tugas dan beratnya pekerjaan. Luasnya lapangan tugas dan beratnya tanggung jawab Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara antara lain dapat dilihat dalam struktur organisasi di bawah ini. Dari data di atas jelas terlihat bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi Sub Dinas Pengairan pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara sangat memerlukan dukungan sumber daya manusia lebih dari yang sudah ada. Dukungan yang dibutuhkan tentu tidak hanya dari segi kuantitas narnun juga dari segi kualitas, agar tercapai rasio pendistribusian Pekerjaan secara proporsional menurut beban kerja kelembagaan. Apabila kebutuhan akan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang demikian itu tidak terpenuhi, maka konsekuensinya efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dan fungsinya sulit mencapai kondisi yang diharapkan. Terlebih dalam menyikapi tantangan yang timbul masa yang mendatang, sehingga peningkatan dukungan sumber daya manusia tersebut harus dilakukan, agar kinerja Sub Dinas tersebut dapat dioptimalkan. Kinerja Suku Dinas PU Jalan yang belum optimal merupakan fenomena pelaksanaan tugas dan fungsi yang tidak lepas dari pengaruh berbagai faktor. Faktor tersebut adalah penataan organisasi dan perencanaan sumber daya manusia sebagai dua faktor dominan yang besar pengaruhnya terhadap kinerja suatu unit kerja. Asumsi di atas didasarkan pada kondisi yang dapat dikemukakan sebagai berikut : Pertama, kebijakan penataan organisasi Dinas Pekerjaan Umum sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah Propinsi DKI merupakan kerangka kerja organisasi dan sekaligus menjadi landasan manajerial dalam melaksanakan tugas dan fungsi kedinasan. Kerangka kerja organisasi dan landasan manajerial ini mencerminkan input, process, output dan outcome pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan. Dengan kata lain, penataan organisasi langsung atau tidak langsung berpengaruh pada kinerja organisasi Suku Dinas PU Jalan. Kedua, perencanaan sumber daya manusia merupakan proses penyiapan dan penempatan para pelaku organisasi atau pelaksana pekerjaan dalam suatu konsep pengorganisasian tugas dan fungsi unit kerja perangkat daerah. Oleh sebab itu, perencanaan sumber daya manusia berpengaruh langsung atau langsung pada input, process, output dan outcome pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan. Dengan kata lain, konsekuensi perencaman sumber daya manusia tercermin pada kinerja organisasi Suku Dinas PU Jalan. Berdasarkan asumsi yang telah penulis kernukakan di atas, dapat dilakukan suatu pendekatan dan anallisis terhadap fenomena belum optimalnya kinerja Suku Dinas PU Jalan pada kegiatan penelitian. Fokus penelitian di atas dipilih dengan alasan‑alasan sebagai berikut : Pertama, pengaruh variabel penataan organisasi dan variabel perencanaan sumber daya manusia terhadap variabel kinerja suatu unit kerja fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia. Diantara ketiga variabel tersebut terdapat hubungan fungsional yang dapat dianalisis kekuatan pengaruhnya. Kedua, penerapan fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam mengkaji fenornena ketiga variabel tersebut dapat dijadikan dasar dalam mengernbangkan organisasi. Ketiga, penelitian mengenai pengaruh penataan organisasi dan perencanaan sumber daya manusia terhadap kinerja suatu unit kerjamerupakan awal dari keberbasilan atau kegagalan unit kerja tersebut. Dalan kondisi Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara baru terbentuk dan tengah menghadapi permasalahan aktual, maka kebijakan penataan organisasi akan sangat dipengaruhi oleh perencanaan sumber daya manusia. Dengan ketiga alasan tersebut berarti, penelitian mengenai pengaruh penataan organisasi dan perencanuan sumber daya manusia terhadap kinerja unit kerja layak dilaksanakan. B. Pembatasan Masalah Fenomena belum optimalnya kinerja Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara tidak hanya berpengaruh pada unit kerja, tetapi berpengaruh juga pada pelaksanaan tugas dan fungsi keseluruhan Suku Dinas PU Jalan. Namun menyadari adanya keterbatasan kemampuan dan waktu pada penulis, dan berdasarkan pada asumsi yang penulis kernukakan di atas, maka penulis memandang perlu memberi batasan masalah secara jelas dan tegas dalam penelitian ini. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ditetapkan hanya pada analisis pengaruh Penataan Organisasi dan Perencanan Sumber Daya Manusia terbadap Kinerja Suku Dinas PU Jalan pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara. C. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah yang ditetapkan di atas, selanjutnya perumusan masalah dalam penetitian ini diajukan dalam bentuk pertanyaan penelitian di bawah ini : 1. Apakah terdapat pengaruh Penataan Organisasi terhadap Kinerja kerja? 2. Apakah terdapat pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja unit keria? 3. Apakah terdapat pengaruh Penataan Organisasi dan Perencanaan Sumber Daya Manusia secara bersama‑sama terhadap Kinerja sebuah unit kerja? D. Tujuan Penelitian Penelitian dengan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkapkan : 1. Pengaruh Penataan Organisasi terhadap Kinerja unit kerja. 2. Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja unit kerja. 3. Pengaruh Penataan Organisasi dan Perencanaan Sumber Daya Manusia secara bersama‑sama terhadap Kinerja unit kerja. E. Kegunaan Penelitian Kegunaan yang diharapkan dari seluruh rangkaian kegiatan beserta hasil penetitian ini antara lain sebagai berikut : 1. Hasil penelitian, diharapkan dapat menjadi bahan masukan yang berguna untuk meningkatkan kinerja Suku Dinas PU Jalan. 2. Seluruh rangkaian kegiatan serta hasil penelitian ini akan lebih memotivasi dan memantapkan penguasaaan dan penerapan disiplin ilmu yang penulis peroleh selama mengikuti Program Magister Manajemen pada STIE IMNI. 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dokumen akademik perguruan tinggi yang berguna untak pengembangan ilmu pengetahuan atau referensi bagi mahasiswa yang terkonsentrasi pada studi tentang kinerja perangkat daerah, khususnya perangkat daerah Walikotamadya Jakarta Utara. F. Batasan Istilah Berdasarkan pembatasan masalah seperti tersebut di atas, maka terdapat tiga istilah penting dalam penelitian ini yang perlu diperjelas pengertiannya. Pengertian ketiga istilah tersebut adalah sebagai berikut : 1. "Penataan Organisasi" (Organizing) adalah kebijakan perumusan dan pelaksanaan struktur dan tata kerja organisasi atau unit kerja untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu. 2. "Perencanaan Sumber Daya Manusia" (Human Resource Planning) adalah perekrutan, promosi, penempatan dan penyiapan tenaga kerja pada struktur dan tata kerja organisasi yang didasarkan pada analisis jabatan serta kebutuhan organisasi tersebut. 3. "Kinerja Sub Dinas Pengairan " (Peformance of Provinsial Water Resources Development Division) adalah keseluruhan proses dan hasil kerja yang menceminkan perilaku kerja serta pendayagunaan sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pelaksanaan tugas dan fungsi Sub Dinas Pengairan pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Walikotamadya Jakarta Utara. |