|
PENGARUH POTONGAN PENJUALAN TERHADAP PERPUTARAN PIUTANG USAHA PADA PT BAYER INDONESIA, Tbk Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data atau fakta yang valid, benar dan dapat dipercaya mengenai berapa besar pengaruh potongan penjualan terhadap perputaran piutang usaha pada PT Bayer Indonesia, Tbk. Strategi penelitian yang digunakan adalah strategi asosiatif sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode ex post facto dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini diambil dari laporan keuangan PT Bayer Indonesia, Tbk dari sejak berdiri sampai sekarang selama perusahaan menjalankan usahanya. Sampel yang diambil adalah data dari laporan keuangan selama 10 periode yaitu dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2006 pada PT Bayer Indonesia, Tbk. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling purposive, dimana sampel dipilih dengan pertimbangan tertentu berdasarkan tujuan penelitian. Analisis statistik datanya menggunakan koefisien korelasi. Dalam penelitian ini potongan penjualan sebagai variabel bebas sedangkan perputaran piutang sebagai variabel terikat. Dari analisis data dengan menggunakan koefisien korelasi product moment diperoleh nilai rxy sebesar 0,672427457 yang berarti hubungan potongan penjualan dengan perputaran piutang PT Bayer Indonesia, Tbk kuat dan searah (positif). Berdasarkan uji hipotesis thitung > ttabel (2,569 > 2,306) sehingga dapat disimpulkan, H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang searah (positif) dan signifikan potongan penjualan terhadap perputaran piutang pada PT Bayer Indonesia, Tbk. Hasil perhitungan koefisien determinasi sebesar 45,22% sedangkan 54,78% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kondisi keuangan distributor dan pelanggan, serta kondisi perekonomian Bab I Pendahuluan 1.1. Masalah Penelitian 1.1.1. Latar belakang masalah penelitian Kondisi ekonomi yang tumbuh semakin pesat merupakan harapan bagi semua bangsa didunia. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, juga mengharapkan hal yang sama dibidang ekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi yang baik dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin tinggi. Saat ini Indonesia masih berada pada tahap perbaikan ekonomi setelah sekian lama dilanda krisis ekonomi, dimana krisis ekonomi ini mengakibatkan penurunan pada pendapatan masyarakat terhadap barang-barang. Namun keadaan ini semakin lama semakin membaik yang ditandai dengan pembangunan ekonomi disegala bidang dan tingkat konsumsi masyarakat yang kian meningkat. Konsumsi masyarakat yang tinggi mendorong perusahaan untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan pada biaya produksi dan penjualan. Kualitas produksi dan strategi penjualan yang baik dapat mendorong peningkatan penjualan yang berguna untuk menguasai pangsa pasar dan meraih keuntungan yang optimal. Keuntungan yang optimal merupakan salah satu tujuan utama perusahaan dalam menjalankan kegiatannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengandalkan kegiatannya dalam bentuk penjualan. Penjualan dapat dilakukan baik secara tunai maupun kredit. Untuk memperbesar nilai penjualannya, banyak perusahaan yang memilih untuk menjual produknya secara kredit. Penjualan secara kredit tidak segera dapat menghasilkan penerimaan tunai atau kas melainkan menimbulkan piutang. Penjualan kredit yang dilakukan akan berpengaruh pada aliran kas masuk perusahaan yang berasal dari pengumpulan piutang. Aliran kas masuk (cash inflows) baru akan terjadi pada hari jatuh temponya, oleh karena itu perusahaan yang berpiutang hendaknya selalu memperhatikan kapan piutang tersebut jatuh tempo, agar kas yang diterima dari penagihan piutang tersebut dapat digunakan kembali oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan perusahaan. Penjualan secara kredit akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan jika terjadi piutang tak tertagih. Salah satu kebijakan perusahaan untuk mencegah piutang tak tertagih yaitu perusahaan memberikan potongan penjualan. Kebijakan ini merupakan pengurang harga yang didasarkan pada pembayaran dalam jangka waktu tertentu, misalkan dengan kebijakan penjual menawarkan produknya dengan syarat pembayaran 2/10, n/30. Artinya jika pembeli dapat membayar dalam jangka waktu sepuluh hari setelah transaksi jual beli maka pembeli mendapat potongan 2% dari harga jual dan pembayaran harus dilakukan dalam waktu 30 hari sesudah barang diterima. Dengan pemberian potongan penjualan kemungkinan mempunyai efek terhadap jangka waktu kredit yang lebih pendek dan tingkat perputaran piutang yang cepat, sehingga dana yang tertanam dalam piutang tersebut akan lebih cepat terlunasi. Semakin tinggi perputaran piutang semakin baik bagi perusahaan, karena dana yang terkumpul dapat digunakan kembali, sebaliknya apabila perputaran piutangya rendah akan mengganggu stabilitas perusahaan, karena dana tidak dapat terkumpul dan mungkin akan menyebabkan terjadinya piutang tak tertagih (bad debt). Berdasarkan keadaan tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai “Pengaruh Potongan Penjualan terhadap Perputaran Piutang Usaha Pada PT Bayer Indonesia Tbk”. 1.1.2. Perumusan masalah pokok penelitian Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perumusan masalah pokok penelitian ini adalah “ Berapa besar pengaruh potongan penjualan terhadap perputaran piutang usaha pada PT Bayer Indonesia Tbk ?” 1.1.3. Spesifikasi masalah pokok penelitian Berdasarkan rumusan masalah penelitian di atas maka didapatkan pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Berapa besar penjualan bersih PT Bayer Indonesia Tbk dari tahun 1997-2006 ? 2. Berapa besar potongan penjualan PT Bayer Indonesia Tbk dari tahun 1997-2006? 3. Berapa besar perputaran piutang PT Bayer Indonesia Tbk dari tahun 1997-2006 ? 4. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara potongan penjualan terhadap perputaran piutang usaha PT Bayer Indonesia Tbk ? 1.2. Kerangka Teori 1.2.1. Identifikasi variabel-variabel penelitian Variabel-variabel yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah potongan penjualan (X) dan peputaran piutang (Y). Adapun variabel-variabel tersebut adalah : Variabel bebas (X) : Potongan penjualan Variabel terikat (Y) : Perputaran piutang usaha Kedua variabel tersebut digambarkan dalam suatu paradigma yang sederhana : 1.2.2. Hubungan antar variabel Dengan memberikan potongan penjualan, perusahaan mengharapkan pembeli semakin cepat melunasi hutangnya sehingga perputaran piutang akan semakin cepat, dengan demikian perusahaan akan mendapatkan kembali dengan cepat uang tunai yang ditanamkan dalam piutang tersebut. 1.2.3. Hipotesis penelitian Berdasarkan uraian diatas maka hipotesisnya adalah sebagai berikut : H0 : β = 0, tidak terdapat pengaruh yang signifikan potongan penjualan terhadap perputaran piutang usaha PT Bayer Indonesia Tbk. Ha : β ≠ 0, terdapat pengaruh yang signifikan potongan penjualan terhadap perputaran piutang usaha PT Bayer Indonesia Tbk. 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1. Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang valid dan reliable (dapat dipercaya) mengenai ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara potongan penjualan terhadap perputaran piutang usaha PT Bayer Indonesia Tbk. 1.3.2. Manfaat penelitian 1. Bagi Penulis Sebagai pelajaran berharga bagi penulis terutama dalam merumuskan suatu masalah, menganalisa serta mencoba memecahkannya kedalam metode keilmuan yang penulis dapat selama di bangku kuliah dengan mendapat bimbingan dan pengawasan dosen. 2. Bagi Perusahaan Sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi manjemen perusahaan dalam usaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan. 3. Bagi Disiplin Ilmu Sebagai bahan referensi atau kajian pustaka untuk menambah informasi bagi penelitian selanjutnya ataupun penelitian lainnya yang terkait. |